Sabtu, 01 Juni 2013

Cinta Dalam Sebuah Diam




Matahari dengan malu-malu membelah langit, jacket tebal yang ku kenakan ini  tetap saja tak mampu mengalahkan hawa dingin pagi ini , hirup pikuk kota mulai mengusik pagi yang tenang , aku dengan langkah penuh semangat menyusuri gang sempit di kota ini , terkagum kagum melihat kota boston yang diselimuti salju, hal yang tak mungkin ku lihat di daerah tropis .

Pagi itu, aku mampir di suatu cafe, memesan original fettucine with bolognaise sauce  dengan hot moccacino . dan tiba tiba Tiitt  tittt tiitt, dengan segera aku meraih BlackBerry ku yang bergetar , Sebuah pesan singkat muncul dilayar .



From : 085366130XXX
                                             Hai ayam,still remember me ?


Sejenak aku diam ,memikirkan siapa orang ini dan  darimana orang ini tahu nama panggilan ku , semasa kuliah hanya anak Etcetera  lah yang tahu tentang nama panggilan ini . Dengan penuh rasa penasaran , aku tanpa sadar telah meng reply message ini .



To  : 085366130XXX
                      Sorry , who are you ? why you can call me “ayam“
                          
     You make me curious !
Dan setelah beberapa kali percakapan via SMS, aku langsung tahu siapa orang ini , saat dia dengan sengaja menyebutkan angka 69 .Diantara teman semasa kuliah , hanya satu orang yang sangat gemar dengan angka ini ....... Ferry  !


Ferry adalah teman ku yang paling sableng semasa kuliah , paling playboy sejagad kampus .Bisa  di bilang teman ku yang satu ini sebagai penjahat kelamin , dengan postur tubuhnya yang tegap , tinggi dan diberkahi wajah yang rupawan , tidak heran jika si sableng ini mampu menarik hati dan mampu melucuti pakaian para gadis di ranjang ,mungkin karena itu dia suka dengan angka 69 .

“Hy , ferry kampret  apa kabar lu ,kemana saja selama ini ? masih jadi penjahat kelamin lu ? hahaha “ karena saking semangatnya ngobrol di telpon, tanpa sadar aku teriak-teriak kegirangan seperti orang yang habis memenangkan hadiah kamera leica S2 , dan membuat orang-orang di cafe ini memperhatikan kekonyolan ku ini .Dan aku segera pindah  ke toilet agar tak ada yang merasa terganggu dengan percakapan ku dengan si sableng ini .

Well , guess what ? tau apa yang paling membuat ku segembira ini ? ternyata si Sableng  ini Lagi di utus sama perusahaannya Untuk melakukan perjalanan Dinas di Boston selama 3 bulan . Dan yang paling tidak ku percaya ternyata dia disini bersama dengan istrinya . Tapi dia tak mau memberitahukan  siapa istrinya , saat ku tanya siapa wanita hebat itu yang mampu membuat penjahat kelamin seperti mu mampu untuk bertobat dan menikah, dia hanya tertawa . Walau di paksa tetep tidak mau ngasih tahu , Biar surprise katanya . Sableng kan ?

Dan malam itu di resto  Indonesian  yang terletak di hamilton 56 street , yang merupakan tempat  favorit ku  selama di Boston , dari namanya saja kalian bisa menebak kalau restoran ini menyediakan makanan khas Indonesia , yah tempat ini lah yang menjadi obat ketika dilanda kangen  dengan negara kelahiran ku Indonesia .

Dan malam ini Di tempat ini akan menjadi saksi pertemuan pertama ku dengan si sableng setelah 5 tahun tak bertemu . Dan karena merasa tak mampu melawan desakan dan ancaman  ku untuk membeberkan beberapa foto syurnya dengan mantan mantannya hahaha , - padahal saya tidak punya koleksi foto syurnya- .Akhirnya dia bersedia mengajak Istri nya untuk dinner bertiga pada malam ini .

Dan baru beberapa menit duduk di meja paling ujung sambil  menikmati alunan musik  Pop di Restoran ini , dari kaca restoran ini terlihat  sebuah march white ,baru saja berhenti , dan dari jendela mobil itu terlihat ferry bersama seorang gadis bisa ditebak itu adalah istrinya . dan secara sepintas saya merasa tak asing dengan gadis berjilbab yang berjalan disamping  ferry , postur tubuh yang tinggi ramping, , kulitnya yang putih bersih, dan saat ini tersenyum menghampiri meja ku . tunggu aku ingat itu adalah Emely . DAMN !!  Sumpah aku sangat terkejut .

Emely adalah teman kampus ku juga , kami bertiga bersahabat semenjak dari zaman zamanya maba dulu. Hampir setiap hari, Ku habiskan waktu bersama mereka , Hangout bareng lah , KKN bareng lah . Dan yang kalian perlu tahu , Emely adalah Cinta pertama gue ! yah itu lah yang paling membuat shock !

Dialah yang selalu bisa membuat ku untuk terus menapaki perjalan hidup ini. Dia bagaikan sebuah pohon hijau ditengah gersangnya hidupku ini , dia adalah impian ku. -sorry kalau kata kata gue jadi melankolis begini-. yah semasa kuliah, gue dengan bodohnya lebih memilih untuk menikmati cinta dalam sebuah diam. Bisa dibilang Emely ini kalangan mapan yang terlahir dari seorang pengusaha Konglomerat , nah sementara saya cuman seorang mahasiswa kere’ berduit pas pas-an. Selain tak ingin merusak persahabatan, faktor kemapanan jugalah yang berpengaruh mengapa saya  tak berani nyatain cinta ke dia ,bisa dibilang gue minder  merasa belum pantas untuk Emely ! , yah Kalian boleh menganggap gue pecundang ,bodoh  atau apalah karena melihat cinta dari sisi materi  !!! walau kata orang cinta tak bisa dibeli dengan uang , tapi bagi gue uang bisa membeli tiket bioskop untuk menghadirkan cinta .

Oh ya  dulu, si ferry bukannya tidak mengetahui kalau sebenarnya saya  menyukai emely , beberapa kali dia pernah meyakinkan saya bahwa sebenarnya si emely juga suka  sama saya . tapi saya tetap merasa itu adalah bentuk perhatian umumnya dia ke temannya termasuk ke ferry . dan yang pasti waku itu saya merasa belum pantas untuk dia .

Ibarat sebuah gelas yang kalau diisi air terus pasti akan penuh dan akan meluber kemana mana , begitu pula dengan hati  ini , karena tak sanggup lagi menahan rasa cinta yang besar ini , di dalam hati saya berikrar setelah lulus nanti, saya bakal mendatangi rumahnya dan ngelamar dia di hadapan orang tuanya. Yah sebuah janji yang cukup berani  untuk menyatukan benang kasih yang selama ini kupendam .

well , setahun kemudian , Tuhan berkata Lain , Emely ternyata lulus 6 bulan lebih cepat dari saya , dan akhrinya dia akan melanjutkan gelar MBA nya Di Pennsylvania . Disitu gue kaget banget, mau melarang dia untuk tidak pergi tapi saya sadar siapa saya . Dan akhirnya saya mengatur rencana untuk mengungkapkan cinta saat di pertemuan terakhir . Tapi tetap mulut ini hanya diam membisu  saat pertemuan terakhir kami  di Airport. Yah saya memang Pecundang!

Dan waktu terus bergulir , dengan bantuan beasiswa ,saya memilih melanjutkan gelar S2 di Boston, semenjak perpisahan di Airport itulah saya dan emely putus kontak dan  hingga kini impian untuk meminang Emely belum kesampaian juga , yang tersisa hanya rasa penyesalan karena belum sempat mengucapkan perasasaan kampret ini.
Dan akhirnya Semua telah terjadi , kini Emely dan ferry bangsat ini berada dihadapan ku dengan ikatan resmi sebagai suami istri , berbagi meja makan di dinner kali ini . Dan coba tebak gimana rasanya saat orang yang paling kamu cintai  , saat ini  berada di hadapan mu dengan status sudah menjadi istri temen kamu sendiri ? .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More